Margi Story

Something I want to share

Category: TRIP & TRAVEL

Perjalanan panjang ke Semarang 

Setelah berangkat dari SPBU, kami melesat meneruskan perjalanan.  Parameter riding kali ini adalaha Jisel, karena ia bintang utamanya. 

Dugaan cuaca cerah ternyata meleset. Tiwas saya ganti sepatu,… Gerimis sempat menghiasi perjalanan kami. 

Lalu disebuah kesempatan kami istirahat sejenak mengisi badan dengan cairan. Konsentrasi saya mulai berkurang,  bisa karena kurang tidur atau kuran cairan. 

Jisel tidur di indomaret

Tak lama setelah saya posting di instagram @oyikk saya ikut terlelap,  duduk menyandar pada tembok. Dan tertidur sejenak. 

Sudah siap berangkat

Kondisi tubuh kami sudah membaik, kemudian Aghoy segera mengkomandoi untuk lanjut lagi. 

Gunung Ciremai

Kami melanjutkan perjalanan,… Pada suatu ketika di daerah sebelum Kendal,  ritme riding kami sudah selaras. Rapi membentuk formasi. Sempat ada pengendara RX King yang ikut konvoi,  namun nafas motornya tak sepanjang kendaraan kami. 

Sempat juga pengendara Mio yg sering menggoda kami dengan masuk formasi,  namun Jisel tahu betul cara memainkannya. Ia blok,  ia gunting jalurnya. Seru,  sungguh seru…  Nice ride my friend. 

Setibanya kami di Semarang kami langsung menuju REI di daerah Tembalang. Karena account mereka paling aktif merespon postingan kami. Hitung-hitung sebagai apresiasi. 

Jisel dan Aghoy sempat tegang saat membahas tiket kapal besok yang ternyata belum booking. Segera menyusun plan B dan A. 

Kemudian kami menuju penginapan untuk packing ulang, … 

Penginapan Red Doors

Lalu setelah mendapatkan kamar,  kami menurunkan barang dan bergegas mencari makan. Kami berhenti di warung nasi goreng,  saya memesan nasi goreng babat. 

Muka – muka lelah nan lapar

Kami makan dengan lahap, setelah itu kembali ke penginapan dan saya segera packing ulang bawaan untuk besok di kapal selama dua hari. 

Saat saya mengetik ini,  Gelli sedang membackup file motovlognya. 

Saya sudah mandi,  segar, packing siap. Namun belum punya sandal jepit. 

Gimana nih? 

Akhirnya berangkat juga. 

Setelah set up sana sini, akhirnya kami memutuskan berangkat pukul 22:00 malam tadi. Kami berbalut pakaian riding yang cukup proper, dari sponsor CONTIN. Sebuah produk apparel riding yang kualitasnya bagus.

Team Indonesian Adventuress

Wajah kami sumringah karena macet sudah reda,  harapannya.

Thanks Contin

Lalu kami briefing dan berdoa lalu berangkat. Melewati jalan pintas agar lepas dari kemacetan ibu kota. Hingga pada saat bertemu sebuah toko swalayan dan telah riding kurang lebih satu jam,  kami istirahat. Beli minum,  ngobrol sejenak,  dan menghabiskan waktu tiga puluh menitan disana.

Indonesian Adventuress

Setelah itu kami segera melepaskan diri dari Bekasi. Tak lupa mengisi penuh tangki kendaraan kami.

Riding sekitar satu jam,  Aghoy sebagai Road Captain memutuskan istirahat lagi. Kami istirahat di SPBU 34.41318, letaknya sekitar 320 km ke arah kota Semarang.

Dugaan saya kami semalam akan gas terus hingga Semarang,  atau minimal Cirebon. Namun dugaan saya meleset, persis dugaan hujan di jalan,  namun aspal kering yg kami temukan.

Sementara saya mengenakan sepatu boot karet. Dugaan yang meleset.

Indonesian Adventuress

Indonesian Adventuress

Gerimis datang, Aghoy berkemas membangun tenda untuk Jisel,  sementara saya dan Gelli di teras,  pun juga Aghoy.

Namun suasana spbu di jalur Pantura tak seindah musik Pantera. Berisik suara truk dan kendaraan lain membuat istirahat kami sungguh rendah kualitasnya.

Saya tak bisa tidur karena semut dan nyamuk yang ikit campur. Pun juga Gelli,  ia memutuskan pindah tempat ke dekat Aghoy.

Saya memutuskan bongkar tas dan packing ulang. Saya keluarkan sepatu REI saya,  masuklah AP Boot.

Senandung indah suara adzan terdengar, tepat ketika saya menyelesaikan packingan saya yang warna warni.

Indonesian Adventuress

Segera menyempatkan laporan pada Sang Maha. Mengetik cerita ini,  dan teman-teman mulai bangun.

Bersambung,…

Seni packing dan cara menikmatinya. 

Awal ceritanya begini,  teman saya Jisel memenangkan kompetisi Castrol Legendary Biker 2017. Kemudian ia mendapat dana untuk mewujudkan mimpinya, dalam presentasinya ia menuturkan trip penjelajahan Kalimantan.

Sungguh trip yang menantang.  Tak banyak yang berani menjelajah tanah Borneo dengan motor. Kali ini beda. 

Rencana trip ini adalah ke :

– Danau Sentarum

– Bukit Kelam

– Rumah Betang Panjang

– Jembatan Tumbang Nusa

– Pasar Terapung

– Kerbau Rawa

– Kampung Dayak Tumbang Anoi

– Borneo Orangutan Survival

– Taman Nasional Kutai ( kayu ulin )

Itu rencananya ya?  Tapi ya tahulah,  namanya rencana… 

//

Saya di tahun 2015 berkesempatan memenangkan Castrol Legendary Biker juga,  menang nomor 6 sih hahaha… Tapi tak apa. Bila dibanding dengan modal yang saya keluarkan dan effort yang ala kadarnya,  lumayanlah. 

//

Nah,  dalam trip kali ini,  saya ingin lebih bagus. Persiapan untuk bercerita lewat gambar dan suara saya siapkan. Konsep saya pikirkan,… Namun kadang konsep ideal saya melesat entah kemana. 

Persiapan trip dengan hash tag #IndonesianAdenturess dan #WildernessOfBorneo ini tergolong kendor,  santai. Saya inginnya terjadwal jelas. Tapi ini kan bukan produksi film layar lebar? 

Jadi ya sudah,  saya turunkan tensi saya.  Saya terlalu bersemangat mungkin.  

Diawali dengan packing,  hal yang paling saya sukai dalam sebuah perjalanan. Ada seninya,…  Bagi saya,  selain pakaian,  saya juga membawa alat shooting. 

Saya membawa kamera Sony NX70P dengan 2 baterai, dan beberapa sd card. Kamera kedua adalah pocket cam Olympus TG-3. Kemudian kamera ketiga saya adalah Nikon L35AD, sebuah kamera foto analog. Hasrat saya terhadap foto analog masih tinggi. Action cam saya bawa dua unit, gopro generasi pertama yang berusia 7 tahun,  dan gopro3+ .

Iya,  semua kamera tua. 

Camera support saya adalah monopod Manfrotto, dan spider cam lipat.  

Sementara itu partner kameraman saya Si Gelli membawa Sony A6300 mirrorrless cam.  Dan drone Mavic.  Seorang anak muda dengan darah yang segar. Dapat kabar tadi pagi ia ketinggalan kereta dari Jogja ke Jakarta. Sekarang saat saya mengetik ini ia sedang didalam bis menuju kemari. 

Perlengkapan diluar jaket & celana riding

Setelah saya lihat,  ternyata banyak juga.  Untuk perjalanan selama 15 hari, bawa kaos dari REI Adventure 4 buah,  kemeja 1 buah,  kaos pribadi 1 buah,  inner layer 2 buah. Sepatu gunung REI,  dan saya bawa AP Boot juga. Sarung tangan dobel buat cadangan kalau basah. Dan lainnya. 

Kali ini kami berbalut REI dan CONTIN. 

Ada 4 tas,… Harusnya bisa lebih ringkas.

Akhirnya tas Nature keluar juga. Lebih rapi.

Kemudian setelah saya membackup isi hp ke komputer, sambil makan malam. Saya memutuskan untuk menunggu hujan reda. Setelah reda,  saya sujud isya’ sejenak…lalu berangkat.  

Jalanan Jakarta masih padat,  seingat saya tadi berangkat sekitar pukul 9 malam.  Kota ini sudah lelah,… Tak pernah istirahat. 

Gerimis menghiasi perjalanan dari Jakarta Selatan ke Jakarta Timur.  

Dan setelah tiba di Contin Motosport,  sepi. 

TVS merah milik Jisel

Waduh? Pada kemana ini ya? Kenapa tadi saya engga konfirmasi dulu ya? Rupanya saya masih terlalu bersemangat. Harus diturunin lagi tensinya. 

Dikepala saya isinya adegan-adegan persiapan yang seru malam ini. Tapi kini saya sendiri. Hahaha… 

Sejam kemudian setelah berkomunikasi lewat whatsapp dan telepon,  akhirnya datanglah Izar,… Seorang kawan di Contin Motosport, membukakan pintu toko dan menyalakan lampu. Saya masuk dan Izar pamit. 

Saya setel musik dan rebah di hammock,…  Menunggu Jisel dan Aghoy datang,  entah kapan. Tapi ya saya nikmati saja,…  Perjalanan sudah saya mulai. 

Rebahan menunggu yg lain datang

Yasudahlah, pintu tak bisa dikunci karena dibawa Izar. Saya mau istirahat saja. 

Sementara itu suara lagu rock 90an terdengar jelas dari audio player saya.

Kawan-kawan masih mau baca lanjutan cerita ini ngga ya? 

Herona express dan keminusannya. 

Akhirnya datang juga kendaraan yang kupaketkan menggunakan jasa Herona Express, janji mereka yang 3 hari menjadi 5 hari. 

Petugas di Jogja hari Senin kemarin bilang… Hari Selasa sampai Jakarta,  lalu dibawa ke Pamulang,  kemudian paling lambat 3 hari sudah diantar. Masuk logika. Namun apa?… 

Saat telepon saya berdering ada petugas yang menanyakan alamat,  katanya dari tadi nyari alamat saya ngga ketemu. Kenapa telponnya ngga daritadi juga pak? 

Datang sebuah truk box dengan pintu belakang terbuka,  siap menurunkan motor tanpa alat bantu plat atau papan. Jadi resiko motor ambruk cukup besar. Ketinggian bagasi truk cukup tinggi,  saya inisiatif membantu dua orang petugas menurunkan motor. 

Packaging standar,  spion dibengkokkan paksa, dan walau masih dalam bungkusan bubble wrap campur kardus,  saya dapatkan headlamp motor saya patah handlenya.  Alasan mereka hanya copot saja.  Pak,  saya tahu bedanya patah dan copot. 

Saya terlalu lelah untuk complain, kemungkinan jawabannya sudah terbayang. Maaf gratislah yang akan saya dapatkan. 

Yasudah,  daripada mengeluh dan pasti dapat maaf gratis…  (mereka tak akan mengganti kerusakan ini) .

Lebih baik saya mandi,  makan,  lalu beresin kekurangan jasa yang pakai nama Express ini. 

Paketan motor yang kelamaan. 

Jadi ceritanya kan saya harus ke Jakarta Senin malam tanggal 4 Sept 2017, karena ada jadwal kerja yang mengharuskan Selasa tgl 5 Sept itu saya harus ada di Jakarta. 

Saya harus membawa motor Bajaj Pulsar saya ke Jakarta untuk urusan pajak bulan Oktober,  dan tak mungkin saya kendarai kali ini. Saya membawa ransel berisi beberapa lensa dan kamera, yang kalau ditotal nilainya bisa digunakan untuk beli mobil second hehehe… 

Kemudian saya menuju Herona Express di kawasan Pasar Kembang Yogyakarta,  untuk memaketkan si motor kesayangan.  Pelayanan sangat standar,  berkesan tak peduli dan konsumenlah yang sangat membutuhkan mereka. Konsumen bukan raja disini.  Hukum memaketkan motor adalah bensin dikosongkan,  sedangkan saya agak spontan mengambil keputusan tadi. Maka isi tangki bensin masih setengah. Untuk info,  Bajaj Pulsar saya full tanknya 19liter,  untuk perjalanan Jogja – Jakarta ga perlu isi bensin dijalan. 

Saya tidak membawa botol kosong,  maka isi bensin itu dikiras dan jadi rejeki si penjaga Herona. Ok,  gapapa…  Bayangan saya tuh mereka menyediakan botol kosong untuk tempat bensin.  Yasudahlah… Baru kali ini saya paketkan motor saya,  itupun terpaksa. 

Tukang paketan barang itu bilang bahwa maksimal tiga hari,  motor sampai.  Okay,  berarti estimasi saya tanggal 7 sudah sampai. Saya menggunakan jasa STD,  yang berarti Station To Door. Itu kata kwitansi yg saya pegang sekarang. 

Saat saya mengetik ini,  sudah tanggal 8, sudah 4 hari,  dan belum ada kabar sedikitpun daei mereka. Saya dikenai biaya Rp575, 000 untuk kendaraan itu. 

Dengan bonus helm diikutkan tapi gratis,  ya iyalah… 

Sudah lebih satu hari dari estimasi waktu yang diucapkan. Saya tunggu hingga besok,  semoga STD nya memang benar2 STD. 
Yaudah,  begitu saja. 

© 2018 Margi Story

Theme by Anders NorenUp ↑