Awal ceritanya begini,  teman saya Jisel memenangkan kompetisi Castrol Legendary Biker 2017. Kemudian ia mendapat dana untuk mewujudkan mimpinya, dalam presentasinya ia menuturkan trip penjelajahan Kalimantan.

Sungguh trip yang menantang.  Tak banyak yang berani menjelajah tanah Borneo dengan motor. Kali ini beda. 

Rencana trip ini adalah ke :

– Danau Sentarum

– Bukit Kelam

– Rumah Betang Panjang

– Jembatan Tumbang Nusa

– Pasar Terapung

– Kerbau Rawa

– Kampung Dayak Tumbang Anoi

– Borneo Orangutan Survival

– Taman Nasional Kutai ( kayu ulin )

Itu rencananya ya?  Tapi ya tahulah,  namanya rencana… 

//

Saya di tahun 2015 berkesempatan memenangkan Castrol Legendary Biker juga,  menang nomor 6 sih hahaha… Tapi tak apa. Bila dibanding dengan modal yang saya keluarkan dan effort yang ala kadarnya,  lumayanlah. 

//

Nah,  dalam trip kali ini,  saya ingin lebih bagus. Persiapan untuk bercerita lewat gambar dan suara saya siapkan. Konsep saya pikirkan,… Namun kadang konsep ideal saya melesat entah kemana. 

Persiapan trip dengan hash tag #IndonesianAdenturess dan #WildernessOfBorneo ini tergolong kendor,  santai. Saya inginnya terjadwal jelas. Tapi ini kan bukan produksi film layar lebar? 

Jadi ya sudah,  saya turunkan tensi saya.  Saya terlalu bersemangat mungkin.  

Diawali dengan packing,  hal yang paling saya sukai dalam sebuah perjalanan. Ada seninya,…  Bagi saya,  selain pakaian,  saya juga membawa alat shooting. 

Saya membawa kamera Sony NX70P dengan 2 baterai, dan beberapa sd card. Kamera kedua adalah pocket cam Olympus TG-3. Kemudian kamera ketiga saya adalah Nikon L35AD, sebuah kamera foto analog. Hasrat saya terhadap foto analog masih tinggi. Action cam saya bawa dua unit, gopro generasi pertama yang berusia 7 tahun,  dan gopro3+ .

Iya,  semua kamera tua. 

Camera support saya adalah monopod Manfrotto, dan spider cam lipat.  

Sementara itu partner kameraman saya Si Gelli membawa Sony A6300 mirrorrless cam.  Dan drone Mavic.  Seorang anak muda dengan darah yang segar. Dapat kabar tadi pagi ia ketinggalan kereta dari Jogja ke Jakarta. Sekarang saat saya mengetik ini ia sedang didalam bis menuju kemari. 

Perlengkapan diluar jaket & celana riding

Setelah saya lihat,  ternyata banyak juga.  Untuk perjalanan selama 15 hari, bawa kaos dari REI Adventure 4 buah,  kemeja 1 buah,  kaos pribadi 1 buah,  inner layer 2 buah. Sepatu gunung REI,  dan saya bawa AP Boot juga. Sarung tangan dobel buat cadangan kalau basah. Dan lainnya. 

Kali ini kami berbalut REI dan CONTIN. 

Ada 4 tas,… Harusnya bisa lebih ringkas.

Akhirnya tas Nature keluar juga. Lebih rapi.

Kemudian setelah saya membackup isi hp ke komputer, sambil makan malam. Saya memutuskan untuk menunggu hujan reda. Setelah reda,  saya sujud isya’ sejenak…lalu berangkat.  

Jalanan Jakarta masih padat,  seingat saya tadi berangkat sekitar pukul 9 malam.  Kota ini sudah lelah,… Tak pernah istirahat. 

Gerimis menghiasi perjalanan dari Jakarta Selatan ke Jakarta Timur.  

Dan setelah tiba di Contin Motosport,  sepi. 

TVS merah milik Jisel

Waduh? Pada kemana ini ya? Kenapa tadi saya engga konfirmasi dulu ya? Rupanya saya masih terlalu bersemangat. Harus diturunin lagi tensinya. 

Dikepala saya isinya adegan-adegan persiapan yang seru malam ini. Tapi kini saya sendiri. Hahaha… 

Sejam kemudian setelah berkomunikasi lewat whatsapp dan telepon,  akhirnya datanglah Izar,… Seorang kawan di Contin Motosport, membukakan pintu toko dan menyalakan lampu. Saya masuk dan Izar pamit. 

Saya setel musik dan rebah di hammock,…  Menunggu Jisel dan Aghoy datang,  entah kapan. Tapi ya saya nikmati saja,…  Perjalanan sudah saya mulai. 

Rebahan menunggu yg lain datang

Yasudahlah, pintu tak bisa dikunci karena dibawa Izar. Saya mau istirahat saja. 

Sementara itu suara lagu rock 90an terdengar jelas dari audio player saya.

Kawan-kawan masih mau baca lanjutan cerita ini ngga ya?