Jadi ceritanya kan saya harus ke Jakarta Senin malam tanggal 4 Sept 2017, karena ada jadwal kerja yang mengharuskan Selasa tgl 5 Sept itu saya harus ada di Jakarta. 

Saya harus membawa motor Bajaj Pulsar saya ke Jakarta untuk urusan pajak bulan Oktober,  dan tak mungkin saya kendarai kali ini. Saya membawa ransel berisi beberapa lensa dan kamera, yang kalau ditotal nilainya bisa digunakan untuk beli mobil second hehehe… 

Kemudian saya menuju Herona Express di kawasan Pasar Kembang Yogyakarta,  untuk memaketkan si motor kesayangan.  Pelayanan sangat standar,  berkesan tak peduli dan konsumenlah yang sangat membutuhkan mereka. Konsumen bukan raja disini.  Hukum memaketkan motor adalah bensin dikosongkan,  sedangkan saya agak spontan mengambil keputusan tadi. Maka isi tangki bensin masih setengah. Untuk info,  Bajaj Pulsar saya full tanknya 19liter,  untuk perjalanan Jogja – Jakarta ga perlu isi bensin dijalan. 

Saya tidak membawa botol kosong,  maka isi bensin itu dikiras dan jadi rejeki si penjaga Herona. Ok,  gapapa…  Bayangan saya tuh mereka menyediakan botol kosong untuk tempat bensin.  Yasudahlah… Baru kali ini saya paketkan motor saya,  itupun terpaksa. 

Tukang paketan barang itu bilang bahwa maksimal tiga hari,  motor sampai.  Okay,  berarti estimasi saya tanggal 7 sudah sampai. Saya menggunakan jasa STD,  yang berarti Station To Door. Itu kata kwitansi yg saya pegang sekarang. 

Saat saya mengetik ini,  sudah tanggal 8, sudah 4 hari,  dan belum ada kabar sedikitpun daei mereka. Saya dikenai biaya Rp575, 000 untuk kendaraan itu. 

Dengan bonus helm diikutkan tapi gratis,  ya iyalah… 

Sudah lebih satu hari dari estimasi waktu yang diucapkan. Saya tunggu hingga besok,  semoga STD nya memang benar2 STD. 
Yaudah,  begitu saja.