Margi Story

Something I want to share

Proposal telah jadi

Saat ini proposal untuk pembuatan web series telah jadi,… tinggal tunggu tanggal mainnya saja.

Proposal

Di lain kesempatan akan saya ceritakan tentang perubahan judul diatas,…

 

Koleksi font dunia motor

Hello … kali ini saya ada keharusan untuk membuat sebuah logo sebagai judul sebuah perjalanan bermotor melintasi Kalimantan.

 

Langsung saja, berikut ini adalah link yang menyediakan font gratis untuk perihal yang terkait dengan dunia motoran.

https://www.creativebloq.com/typography/free-retro-fonts-2132019

http://www.1001fonts.com/motorcycle-fonts.html

https://www.retrosupply.co/blogs/retrosupply-blog/45740673-50-free-retro-and-vintage-fonts

https://www.dafont.com/vintage-motorcycle-club.font

http://www.fontspace.com/category/motorcycle?p=4

Sudah ! ///

Semoga membantu 😀

Apresiasi singkat nan padat.

Chat ringan pagi itu di WhatsApp cukup mencerahkan hariku,… setelah perjalanan dari Kalimantan aku mengedit hasilnya, kemudian aku bagikan kemana-mana. Tiba-tiba Om Youk Tanzil merespon dengan kalimat keren untuk teasernya. Wow,… bagiku itu sebuah apresiasi, walau sederhana. Seorang Youk Tanzil yang sudah malang melintang di dunia audio visual dan rumah produksi sejak tahun 90an, ternyata nonton juga hasil cerita video buatanku.

Aku diajak Om Youk dalam ekspedisi Ring Of Fire Adventure, yang tayang di MetroTV dan KompasTV.  Banyak pelajaran non teknis yang aku serap, tentang bagaimana mencipta sebuah tontonan. Kalau mau tahu silakan cek di YouTube dan ketik Ring Of Fire Adventure.

Sekarang ini keadaan file Wilderness Of Borneo masih dalam hardisk, potensi untuk dijadikan web series masih ada, namun belum sempat membuatnya. Dari pihak team sudah memutuskan selesai. File mentah dan bahan sudah pegang dan dicopy. Entah akapan aku bisa memasak untuk web series agar segera jadi. Semoga segera.

Sekian dulu apa yg ada di kepalaku sore ini,… minimal rekam jejak ungkapan syukur dan penyemangat ini sudah tertuang disini.
Mari lanjutkan kehidupan,…. terimakasih sudah membaca.

Piagam dari Youtube

Diatas itu adalah bentuk piagam dari Youtube,…saya mendapatkannya karena ikut kuliah sebagai content creator di Youtube,… iya. Konon ada bedanya antara youtuber dan content creator,… saya mencari tahu akan hal itu, dan menjadi content creator ternyata lebih sulit dari hanya youtuber.

Dengan adanya piagam digital itu, membuat tanggung jawab moral saya jadi lebih jelas. Tanggung jawab untuk membuat isi tayangan yang berguna untuk pemirsa. Walau, … walau ini ya? … rata-rata orang datang ke Youtube itu karena mencari hiburan, informasi, dan pengetahuan. Yang pertama adalah hiburan,… sementara saya kurang pandai menghibur penonton. Dan saya tidak mau memaksakan diri untuk jadi komedian.

Ini adalah posting perdana saya di margimargo.com, berikutnya akan saya coba untuk lebih rajin lagi.
Terimakasih,…

Pengalaman perdana subtitling di YouTube

Jadi saya ingin menggunakan fitur di YouTube channel yang berupa subtitle,… caranya? ya tinggal masuk ke bagian Creator Studio, lalu silakan cek video mana yang akan disubtitle. Setelah video disubtitle,… maka akan muncul menu seperti ini.

Screen Shot 2018-03-09 at 2.32.54 PM

untuk video berdurasi 12 menitan,… saya merasa … duh kok rada berat ya? … ternyata bikin subtitle ngga seringan yg saya kira,… tapi asik juga sih,… karena dengan sekali disubtitle, itu bisa melebarkan pangsa pasar penonton internasional.

Saat saya mengetik cerita ini,… ini insight video saya.

Screen Shot 2018-03-11 at 1.28.23 PM

Nanti coba kita lihat perkembangannya ya? …

Youtube Analytics Geographic

Geographic Analytics 

ini analitik geografisnya,… sekarang 11 Maret 2018.

Pengalaman melintasi Kalimantan bersepeda motor.

Pada awalnya kami ber empat tidak asling kenal dekat, bahkan saya dan Lutfi Geli baru kenal dua hari sebelum keberangkatan. Namun semua berubah ketika kami menstarter kendaraan kami dan memutuskan untuk berangkat. Akhirnya kami saling kenal, kenal karakter masing-masing,…

Berikut ini adalah hasil dari perjalanan itu, sudah dirangkum dalam video ini.

 

Selamat menonton, silakan komentar,… mari berdiskusi.
Web Series segera menyusul.

Anak muda dan tata krama,…

Jumat ini aku disegarkan dengan pesan whatsapp dari anak muda yang kutemui sudah cukup lama, tapi jarang berkomunikasi. Dia menanyakan tentang teknis video editing,… yang bikin aku rada terbelalak adalah tiba-tiba saja dia bertanya,.. tanpa say hello atau salam apa gitu,… ya bukannya gila hormat,.. biasanya aku kalau mau tanya ke senior, say hello dulu, minimal salam lah…. ini dia screen capturenya…

Screen Shot 2018-03-09 at 1.27.22 PM

Screen Shot 2018-03-09 at 1.25.06 PMScreen Shot 2018-03-09 at 1.38.32 PM

Kami sudah lama tidak berkomunikasi,…apakah gaya berkomunikasi anak sekarang begitu ya? … apakah murid sekarang sudah biasa merangkul pundak gurunya? …

Bukan masalah tersinggung atau tidak,… kalau memang maunya komunikasi macam itu,… ya ayo saja! … saya tinggalkan norma-norma untuk anak muda,… saya pakai settingan saya juga. Dengan pilihan kata & kalimat sesuka saya,…

Sampai jumpa,…

Kali ini mencoba posting wordpress lewat email.

Hello,…

​Hari ini saya beli domain baru dengan hosting 1 GB an…. kecil, iya gapapa.
Ingin mengaktifkan kembali Google AdSense saya yang suspended karena keisengan jaman dulu.
Masa alamat web saya arahkan ke profile friendster? …. F R I E N D S T E R !!!

tua

Makanya kali ini ingin menseriusi lagi,… yaaa dipikir santai tapi serius, dijadikan passive income cita-citanya,… mayan buat beli listrik dan pulsa lah,… biar dapat duit dari internet gitu pinginnya, hahaha… mimpi boleh kan?

Nah, jadi ini saya posting lewat email. Berhasilkah?

facebook page

My professional identity

My Showreel

Dua hari dilaut

Setelah berangkat dari penginapan kemarin, kami berjudi dengan keadaan. Keadaan dimana kami belum tahu bakal dapat tiket atau tidak. 

Bung Aghoy sudah berangkat duluan ke pelabuhan untuk mengurus ijin keberangkatan. Kami bertiga menyusul kesana. Dengan bantuan Google Maps kami mencapai titik tempat parkir kendaraan. 

Wajah Jisel masih cemberut, garis ketidakpastian tergambar dibalik helm full facenya. 

Kemudian saya baca pesan di group Whatsapp kami,  Bung Aghoy mengabarkan bahwa kami mendapatkan tiket untuk berangkat. Dengan foto tiket dan kalimat text tentang kabar baik itu. 

“yeaaaayyy… ” Jisel sontak berteriak sambil mengepalkan tangan jauh ke kiri dan ke kanan. Dari tempat parkir kami bertiga pindah lokasi,… Pindah ke tempat yang sekiranya mudah ditemukan Aghoy. 

Tunggu dan terus menunggu,  badan kami mulai berkeringat, sebatang rokok habis kubakar. Beberapa kali ada ibu-ibu menawarkan dagangannya dari balik pagar. 

Suatu saat aku bilang ke ibu itu,  “bu,… Saya butuh sandal jepit… ” dan kemudian ibu itu menjawab “oh ada, kakak saya menjualnya”

Kemudian saya mengambil sebatang kayu yang tergeletak dekat kaki saya dan saya kira-kira ukurannya cocok dengan kaki saya. Yang sedang bersepatu. 

Rupanya bung Aghoy sudah datang, saya sampaikan kalau saya sedang menunggu pesanan sandal. 

Seorang ibu datang tergopoh-gopoh mendekati pagar. Ia membawa dua pasang sandal. Saya terima kedua pasang sandal itu,  saya ukur pada kaki saya yang sedang bersepatu. Entah apa logika saya,  saya memilih sandal yang panjangnya sama dengan sepatu saya. Saya sedang memakai sepatu gunung. 

Lanjut,  kami berempat melanjutkan perjalanan menuju pintu masuk kapal…  Berkendara beriringan pelan-pelan. 

Setelah sampai di mulut kapal kami harus menunggu barisan truk besar yang sudah membeli tiket beberapa hari sebelumnya. Barang-barang hasil bumi seperti bawang dan lainnya ada pada angkutan berbobot berat itu. 

Kami berfoto mengabadikan kondisi saat itu. Karena konon kami bisa dapat tiket mendadak karena urusan surat-surat kami lengkap. Termasuk surat jalan dari kepolisian Jakarta Selatan.

Mulailah perjalanan kami,  motor dipersilakan masuk setelah sebelumnya menjawab berbagai pertanyaan tentang motor yang kami kendarai, mungkin karena TVS masih banyak yang belum mengetahui. 

Kemudian kami naik ke dek kapal,  sesegera mungkin kami memilih tempat yang berdekatan. Ada sebuah ruang yang diperuntukkan bagi penumpang. Berbentuk deretan tempat tidur. 

Perjalanan diperkirakan makan waktu sekitar 48jam,  yasudah,  selama itu pula kami akan berada di laut.  Tanpa signal data handphone. 

Kami melakukan kegiatan apapun untuk mengisi waktu kami. Makanan yang ada kami nikmati saja,… 

Kami dapat ijin dari captain kapal untuk masuk ke ruang kerjanya,  kami minta ijin saat sebelum keberangkatan.  

Saat saya mengetik cerita ini secara offline,  kami sudah menghabiskan waktu di kapal sekitar 26 jam,… Sudah separuh perjalanan, kurang lebih. 

Seusai subuh tadi pagi kami berkumpul di dek atas,  ruang terbuka dengan angin yang cukup kencang. Dengan kopi ditangan dan jaket dari AREI kami menikmati pemandangan yg ada,  belum mandi tentunya. 

Obrol punya obrol ternyata saya bertemu dengan pak Dandu,  orang Srengat yang sedang mengirimkan mobil Vitara ke Pontianak. Kami bercakap panjang tentang kendaraan, tentang motor,  tentang mobil,  tentang daerah-daerah yang pernah kami lewati. Rupanya dia seorang explorer juga.  Cerita tentang Sulawesi, Kalimantan diceritakan dengan gamblang,  apalagi daerah di Jawa.  Bahkan ia mengundang kami mampir kerumah adiknya yg notabene seorang motoris juga di Pontianak sana. 

Kopi kami tandas, panggilan sarapan bagi penumpang kapal terdengar dari corong speaker kapal DHARMA KENCANA. Kami beranjak menuju lokasi pengambilan makan. 

Setelah sarapan, kami bercengkerama di warung terbuka dengan suguhan angin laut yang kencang dan lantai yang terus bergoyang. Bosan disana,  kami kembali ke tempat tidur kami. Dan hingga saat ini kami belum ada yang mandi. 

Adzan dhuhur berkumandang dari corong speaker kapal,  saatnya mengisi lambung yang kosong. Bun Aghoy dengan sigap mengambilkan makanan buat kami.  Gelli masih terbungkus dalam sleeping bag. Karena ia terpapar angin AC,  sementara posisi tidur saya cukup nyaman tanpa selimut,  tidak kena paparan angin AC.

 

Selamat tinggal cemara,…

Sejak tahun lalu tetangga seberang rumah protes soal pohon cemara yang mengundang ulat bulu.  Namun karena kepalaku cukup keras,  maka kubiarkan saja protes itu. 

Ini lho masalahnya,…

Hingga pada suatu saat ibunya anak2 tiba2 membelikan aku sebuah gergaji lipat. Kode apa ini? Batinku,…  Ternyata ia juga komplain soal ulat bulu. Bagiku ulat bulu itu adalah produk alam,  dan bisa dilawan cukup dengan air detergen,… Iya,  sesederhana itu. Tapi yg namanya ibu-ibu,.. Kalau pohonnya kena ulat bulu,  pohon harus ditebang. 

Kalau rumahnya kemasukan tikus,  harus dibakar rumahnya. Gitu? 

Yasudahlah,… Gausah banyak omong. Akhirnya pagi ini kuputuskan memotong pohon cemara kesayanganku. Kenapa aku suka pohon cemara? Karena ia simbol tumbuhan di pantai dan gunung,… Dua lokasi yang aku suka. Selain itu,  ia mampu menangkap suara angin.  Sesederhana itu. 

Tapi rupanya tidak sesederhana pikiran tetangga dan istriku. 

Terpotong sudah

Kukerjakan setelah anak istri berangkat,  pun juga tetangga yang akan beraktifitas kantor. Gerimis pagi ini menambah sedih dihati,… Iya, tiap melihat pohon yang ditebang, saya sedih. Ada kehidupan disana,…  Bahkan tadi sebelum mengayunkan golok Tomahawk yg saya punya sejak kuliah, saya minta maaf ke pohon cemara itu. Iya, kuajak bicara,… Tentu ia tidak membalas. 

Hanya pakai alat ini,…

Saya sudah sarapan seadanya tadi bareng dua anak SD saat mereka bersiap ke sekolah. Tapi ternyata cukup makan banyak tenaga juga rupanya. Saat saya mengetik tulisan ini,  sudah hampir dua jam saya istirahat. Sudah habis dua pisang dan segelas es teh. Sekarang ditemani lagu2 Nasional 80an dari radio dan secangkir kopi. 

Kayu segar yang kusimpan…

Terbayang kan tinggi cemaranya seberapa?

Memang benar banyak ulat bulu yang ada di pohon itu,… Namun saya tak terganggu karenanya. Tinggal dibelah saja pakai badik itu. Beres,… 

Saya rapikan sisa potongan daun dan ranting,…  Saya jadi ingat masa-masa di Wamena. Disana banyak sekali pohon cemara,  saya suka. Mereka mampu menangkap suara angin, hal itu yang selaku aku rindu. 

Dirapikan saja,… Sembari dijemur.

Nah,  kalau dipikir lagi,  cemara ini kalah dg omongan. Omongan tetangga dan bini saya. Padahal tetangga seberang menanam pohon mangga,.. Didekat kamarnya. Setahu saya pohon mangga ada ulatnya juga,  dan mirip dg ulat cemara. 

Tapi sudahlah,… Saya ngalah,… 

Sekarang saatnya mandi lagi, lalu mulai ngedit perjalanan Kalimantan akhir tahun lalu. Yang rupanya ga sempat bikin catatan harian blognya. 

Oiya,  sekarang ga bisa lagi cari rumah Oyikk yang ada cemaranya ya? 

Perjalanan panjang ke Semarang 

Setelah berangkat dari SPBU, kami melesat meneruskan perjalanan.  Parameter riding kali ini adalaha Jisel, karena ia bintang utamanya. 

Dugaan cuaca cerah ternyata meleset. Tiwas saya ganti sepatu,… Gerimis sempat menghiasi perjalanan kami. 

Lalu disebuah kesempatan kami istirahat sejenak mengisi badan dengan cairan. Konsentrasi saya mulai berkurang,  bisa karena kurang tidur atau kuran cairan. 

Jisel tidur di indomaret

Tak lama setelah saya posting di instagram @oyikk saya ikut terlelap,  duduk menyandar pada tembok. Dan tertidur sejenak. 

Sudah siap berangkat

Kondisi tubuh kami sudah membaik, kemudian Aghoy segera mengkomandoi untuk lanjut lagi. 

Gunung Ciremai

Kami melanjutkan perjalanan,… Pada suatu ketika di daerah sebelum Kendal,  ritme riding kami sudah selaras. Rapi membentuk formasi. Sempat ada pengendara RX King yang ikut konvoi,  namun nafas motornya tak sepanjang kendaraan kami. 

Sempat juga pengendara Mio yg sering menggoda kami dengan masuk formasi,  namun Jisel tahu betul cara memainkannya. Ia blok,  ia gunting jalurnya. Seru,  sungguh seru…  Nice ride my friend. 

Setibanya kami di Semarang kami langsung menuju REI di daerah Tembalang. Karena account mereka paling aktif merespon postingan kami. Hitung-hitung sebagai apresiasi. 

Jisel dan Aghoy sempat tegang saat membahas tiket kapal besok yang ternyata belum booking. Segera menyusun plan B dan A. 

Kemudian kami menuju penginapan untuk packing ulang, … 

Penginapan Red Doors

Lalu setelah mendapatkan kamar,  kami menurunkan barang dan bergegas mencari makan. Kami berhenti di warung nasi goreng,  saya memesan nasi goreng babat. 

Muka – muka lelah nan lapar

Kami makan dengan lahap, setelah itu kembali ke penginapan dan saya segera packing ulang bawaan untuk besok di kapal selama dua hari. 

Saat saya mengetik ini,  Gelli sedang membackup file motovlognya. 

Saya sudah mandi,  segar, packing siap. Namun belum punya sandal jepit. 

Gimana nih? 

Akhirnya berangkat juga. 

Setelah set up sana sini, akhirnya kami memutuskan berangkat pukul 22:00 malam tadi. Kami berbalut pakaian riding yang cukup proper, dari sponsor CONTIN. Sebuah produk apparel riding yang kualitasnya bagus.

Team Indonesian Adventuress

Wajah kami sumringah karena macet sudah reda,  harapannya.

Thanks Contin

Lalu kami briefing dan berdoa lalu berangkat. Melewati jalan pintas agar lepas dari kemacetan ibu kota. Hingga pada saat bertemu sebuah toko swalayan dan telah riding kurang lebih satu jam,  kami istirahat. Beli minum,  ngobrol sejenak,  dan menghabiskan waktu tiga puluh menitan disana.

Indonesian Adventuress

Setelah itu kami segera melepaskan diri dari Bekasi. Tak lupa mengisi penuh tangki kendaraan kami.

Riding sekitar satu jam,  Aghoy sebagai Road Captain memutuskan istirahat lagi. Kami istirahat di SPBU 34.41318, letaknya sekitar 320 km ke arah kota Semarang.

Dugaan saya kami semalam akan gas terus hingga Semarang,  atau minimal Cirebon. Namun dugaan saya meleset, persis dugaan hujan di jalan,  namun aspal kering yg kami temukan.

Sementara saya mengenakan sepatu boot karet. Dugaan yang meleset.

Indonesian Adventuress

Indonesian Adventuress

Gerimis datang, Aghoy berkemas membangun tenda untuk Jisel,  sementara saya dan Gelli di teras,  pun juga Aghoy.

Namun suasana spbu di jalur Pantura tak seindah musik Pantera. Berisik suara truk dan kendaraan lain membuat istirahat kami sungguh rendah kualitasnya.

Saya tak bisa tidur karena semut dan nyamuk yang ikit campur. Pun juga Gelli,  ia memutuskan pindah tempat ke dekat Aghoy.

Saya memutuskan bongkar tas dan packing ulang. Saya keluarkan sepatu REI saya,  masuklah AP Boot.

Senandung indah suara adzan terdengar, tepat ketika saya menyelesaikan packingan saya yang warna warni.

Indonesian Adventuress

Segera menyempatkan laporan pada Sang Maha. Mengetik cerita ini,  dan teman-teman mulai bangun.

Bersambung,…

Seni packing dan cara menikmatinya. 

Awal ceritanya begini,  teman saya Jisel memenangkan kompetisi Castrol Legendary Biker 2017. Kemudian ia mendapat dana untuk mewujudkan mimpinya, dalam presentasinya ia menuturkan trip penjelajahan Kalimantan.

Sungguh trip yang menantang.  Tak banyak yang berani menjelajah tanah Borneo dengan motor. Kali ini beda. 

Rencana trip ini adalah ke :

– Danau Sentarum

– Bukit Kelam

– Rumah Betang Panjang

– Jembatan Tumbang Nusa

– Pasar Terapung

– Kerbau Rawa

– Kampung Dayak Tumbang Anoi

– Borneo Orangutan Survival

– Taman Nasional Kutai ( kayu ulin )

Itu rencananya ya?  Tapi ya tahulah,  namanya rencana… 

//

Saya di tahun 2015 berkesempatan memenangkan Castrol Legendary Biker juga,  menang nomor 6 sih hahaha… Tapi tak apa. Bila dibanding dengan modal yang saya keluarkan dan effort yang ala kadarnya,  lumayanlah. 

//

Nah,  dalam trip kali ini,  saya ingin lebih bagus. Persiapan untuk bercerita lewat gambar dan suara saya siapkan. Konsep saya pikirkan,… Namun kadang konsep ideal saya melesat entah kemana. 

Persiapan trip dengan hash tag #IndonesianAdenturess dan #WildernessOfBorneo ini tergolong kendor,  santai. Saya inginnya terjadwal jelas. Tapi ini kan bukan produksi film layar lebar? 

Jadi ya sudah,  saya turunkan tensi saya.  Saya terlalu bersemangat mungkin.  

Diawali dengan packing,  hal yang paling saya sukai dalam sebuah perjalanan. Ada seninya,…  Bagi saya,  selain pakaian,  saya juga membawa alat shooting. 

Saya membawa kamera Sony NX70P dengan 2 baterai, dan beberapa sd card. Kamera kedua adalah pocket cam Olympus TG-3. Kemudian kamera ketiga saya adalah Nikon L35AD, sebuah kamera foto analog. Hasrat saya terhadap foto analog masih tinggi. Action cam saya bawa dua unit, gopro generasi pertama yang berusia 7 tahun,  dan gopro3+ .

Iya,  semua kamera tua. 

Camera support saya adalah monopod Manfrotto, dan spider cam lipat.  

Sementara itu partner kameraman saya Si Gelli membawa Sony A6300 mirrorrless cam.  Dan drone Mavic.  Seorang anak muda dengan darah yang segar. Dapat kabar tadi pagi ia ketinggalan kereta dari Jogja ke Jakarta. Sekarang saat saya mengetik ini ia sedang didalam bis menuju kemari. 

Perlengkapan diluar jaket & celana riding

Setelah saya lihat,  ternyata banyak juga.  Untuk perjalanan selama 15 hari, bawa kaos dari REI Adventure 4 buah,  kemeja 1 buah,  kaos pribadi 1 buah,  inner layer 2 buah. Sepatu gunung REI,  dan saya bawa AP Boot juga. Sarung tangan dobel buat cadangan kalau basah. Dan lainnya. 

Kali ini kami berbalut REI dan CONTIN. 

Ada 4 tas,… Harusnya bisa lebih ringkas.

Akhirnya tas Nature keluar juga. Lebih rapi.

Kemudian setelah saya membackup isi hp ke komputer, sambil makan malam. Saya memutuskan untuk menunggu hujan reda. Setelah reda,  saya sujud isya’ sejenak…lalu berangkat.  

Jalanan Jakarta masih padat,  seingat saya tadi berangkat sekitar pukul 9 malam.  Kota ini sudah lelah,… Tak pernah istirahat. 

Gerimis menghiasi perjalanan dari Jakarta Selatan ke Jakarta Timur.  

Dan setelah tiba di Contin Motosport,  sepi. 

TVS merah milik Jisel

Waduh? Pada kemana ini ya? Kenapa tadi saya engga konfirmasi dulu ya? Rupanya saya masih terlalu bersemangat. Harus diturunin lagi tensinya. 

Dikepala saya isinya adegan-adegan persiapan yang seru malam ini. Tapi kini saya sendiri. Hahaha… 

Sejam kemudian setelah berkomunikasi lewat whatsapp dan telepon,  akhirnya datanglah Izar,… Seorang kawan di Contin Motosport, membukakan pintu toko dan menyalakan lampu. Saya masuk dan Izar pamit. 

Saya setel musik dan rebah di hammock,…  Menunggu Jisel dan Aghoy datang,  entah kapan. Tapi ya saya nikmati saja,…  Perjalanan sudah saya mulai. 

Rebahan menunggu yg lain datang

Yasudahlah, pintu tak bisa dikunci karena dibawa Izar. Saya mau istirahat saja. 

Sementara itu suara lagu rock 90an terdengar jelas dari audio player saya.

Kawan-kawan masih mau baca lanjutan cerita ini ngga ya? 

« Older posts

© 2018 Margi Story

Theme by Anders NorenUp ↑